PT. Sungwoo Indonesia
PT. Sungwoo IndonesiaAutomotive Seat Belt Systems
IT Dept

Incoming Process Optimization Through Automation

Scroll
PT. Sungwoo Indonesia

COMPANY PROFILE

Visi
TO BE THE BEST SEAT BELT MANUFACTURING COMPANY WITH INTERNATIONAL QUALITY STANDARDS
PT. Sungwoo Indonesia — Vision Statement
Misi
TO ENSURE CUSTOMER SATISFACTION BY DELIVERING THE BEST QUALITY PRODUCTS AT THE FAIREST PRICES
PT. Sungwoo Indonesia — Mission Statement
Seatbelt Type
ELR
ELR
ELR Horizontal
ELR Horizontal
ELR Roof Center
ELR Roof Center
Boot
Boot
2 Point
Static 2 Point
3 Point
Static 3 Point
Webbing
Webbing Buckle
Plate
Plate Buckle
Mini Buckle
Mini Buckle
Company Information
Jl. Mayjend Sungkono Gg. XVI, Prambangan, Kec. Kebomas, Gresik 61124
0313970301
admin@sungwoo.co.id
Team

Project Team

Advisor
A
Advisor
Add Advisor Name
Facilitator
F
Facilitator
Add Facilitator Name
Circle Leader
C
Circle Leader
Add Circle Leader Name
Theme Leader
T
Theme Leader
Add Theme Leader Name
Member 1
M1
Member 1
Add Member Name
Member 2
M2
Member 2
Add Member Name
Member 3
M3
Member 3
Add Member Name
Team Zone
Team Level Assessment
Team zone map from Zone C to Zone B
CurrentZone C
TargetZone B
- Latar Belakang
Pareto Analysis                 Potential Problem
Breakdown 42 Kasus Berdasarkan Area Proses WHS
24
Selisih Material
Receiving
7
Incoming
Checklist
5
Staging /
Label
4
Putaway
Confirm
2
Stock / LPB
Update
Jumlah kasus Akumulasi %
Akurasi Receiving Periode April - September
KPI Akurasi Material Receiving
KPI 95%
85%
82%
90%
96%
83%
86%
AprMayJunJulAugSep
Problem Statement
Akurasi data receiving rendah.
01
Part Shortage
Stok sistem lebih banyak dari aktual, sehingga kekurangan baru terlihat saat material dibutuhkan.
Risiko Stok
02
Data LPB Tidak Akurat
Kesalahan quantity di WHS membuat LPB tidak sesuai dengan kondisi fisik.
Risiko Dokumen
03
PPIC Salah Ambil Keputusan
Data stok tidak akurat dapat membuat material dianggap aman padahal masih kurang.
Risiko Planning
04
Recheck Dan Loss Bertambah
Warehouse perlu recheck dan koordinasi tambahan, sehingga waktu proses dan biaya bertambah.
Risiko Biaya
Pemilihan Tema
Meningkatkan akurasi data receiving dari 95% -> 100%
Potensi Problem Lanjutan
Potential Problem
01
Part Shortage
Jika material yang tercatat lebih banyak daripada aktual, kekurangan baru terlihat saat material dibutuhkan oleh proses berikutnya atau oleh produksi.
Risiko Stok
02
Data LPB Tidak Akurat
Kesalahan validasi quantity di proses WHS akan terbawa ke laporan penerimaan barang, sehingga dokumen LPB tidak lagi merepresentasikan kondisi fisik sebenarnya.
Risiko Dokumen
03
PPIC Salah Ambil Keputusan
Ketika status material dan jumlah stok tidak akurat, pihak terkait dapat mengira material aman padahal masih ada kekurangan.
Risiko Planning
04
Recheck Dan Loss Bertambah
Warehouse harus melakukan pengecekan ulang, koordinasi tambahan, dan penanganan shortage yang menambah waktu proses serta potensi kerugian biaya.
Risiko Biaya
Plan

SMART Target Setting

S
Specific
Spesifik
Meningkatkan akurasi validasi quantity receiving untuk mencegah selisih kuantitas di area warehouse.
Fokus Area
Akurasi Validasi Kuantitas
M
Measurable
Terukur
Meningkatkan akurasi validasi incoming dari baseline 95% menjadi 100%.
Akurasi Validasi
95% → 100%
A
Achievable
Dapat Dicapai
Kemampuan menjaga tingkat akurasi penerimaan material pada Bulan April 2025.
Metode
Eliminasi Selisih Kuantitas
R
Reasonable
Beralasan
Sejalan dengan KPI WHS yaitu menjaga akurasi WHS Receiving diatas 95%.
Menjaga
Akurasi >= 95%
T
Time Bound
Periode
Akurasi 100% dicapai dan dipertahankan dalam periode implementasi yang terjadwal.
Target
3 Bulan
Outcome MapDampak Kepada   Q C D S M P E
Quality — Sistem
ManualAutomatis
Mengubah sistem menjadi automatis mengurangi operasi manual.
Cost — Loss
Rp 1,2 jt/blnRp. 0
Potensi kerugian akibat selisih kuantitas dapat ditekan
Delivery — Akurasi
95%100%
Ketepatan penerimaan material meningkat dan selisih kuantitas dapat dieliminasi
Safety — Aktivitas
TinggiBerkurang
Risiko aktivitas tambahan akibat koreksi dan pengecekan ulang menjadi lebih rendah
Morale — Koordinasi
SulitMudah
Pihak terkait dapat berkoordinasi lebih cepat atas status penerimaan
Productivity — Waktu
1 dtk/box0.8 dtk/box
Waktu proses validasi quantity menjadi lebih singkat dan stabil
Environment — Paper
TinggiBerkurang
Penggunaan dokumen fisik dan aktivitas cetak dapat ditekan
Pemilihan Tema

FLOW PROCESS : MATERIAL RECEIVING

Incoming Checklist
Incoming Checklist Incoming Checklist adalah dokumen yang dibuat oleh Staff WHS menggunakan PO Supplier sebagai alat pencocokan untuk operator penghitung jumlah box yang dikirim oleh supplier.
Warning
01
Pencatatan Manual
Staff WHS membuat Incoming Checklist dari PO Supplier yang diterbitkan PPIC secara manual via Excel.
Masalah:
Dapat terjadi kesalahan ketik.
Resiko Salah Catat
OK
02
WHS menerima material
Supplier tiba di area penerimaan membawa surat jalan dan material.
Warning
03
Validasi Kuantitas
Jumlah box per Part No. dicatat secara manual oleh operator dan dicocokkan dengan Incoming Checklist.
Masalah:
Dapat terjadi kesalahan hitung jumlah box.
Resiko Salah Hitung
OK
04
Laporan Penerimaan Barang
Pembuatan surat Laporan Penerimaan Barang (LPB) di program vendor Sungwoo.
Plan

Analysis of Current Conditions

4M1E Analysis
№ 01
FAIL SUSPECT
Man
Human Error — Potensi Kesalahan Catat
Operator menulis data manual tanpa validasi. Kelelahan & ketidaktelitian → salah tulis jumlah.
№ 02
FAIL SUSPECT
Machine
Tidak Ada Mesin Validasi
Tidak ada perangkat digital terintegrasi
№ 03
FAIL SUSPECT
Method
Proses Dilakukan Secara Manual
Pembuatan Incoming Checklist dan perhitungan kuantitas Box dilakukan secara manual.
№ 04
OK CLEAR
Material
Tidak Bermasalah
№ 05
OK CLEARED
Environment
Tidak Bermasalah
② Pencatatan Manual
Pencatatan dilakukan secara manual menggunakan Incoming Checklist, berisiko menyebabkan kesalahan catat.
ItemNilai
AWaktu Terbuang per Kesalahan30 menit
BBiaya PenangananRp 150.000
CTotal Kerugian Per KasusRp 200.000
DEstimasi Kasus per Bulan6 Kasus
EPotensi Kerugian Per BulanRp 1.200.000
③ Validasi Kuantitas
Validasi tanpa sistem otomatis. Jumlah kedatangan tidak tervalidasi secara real-time.
ParameterNilai
CT Process2.04 detik/box
Rata-rata Parts1.524 box/hari
CT Harian3.109,0 detik/hari
⚠ Proses manual memakan waktu — tidak ada validasi otomatis kedatangan barang
Plan

Problem Cause Analysis

Fishbone Diagram
Conclusion
Root Cause Terpilih
Root Cause 1
Pencatatan Manual & Data Tidak Real-Time
Incoming checklist dan pencatatan masih dilakukan manual, sehingga data receiving belum tervalidasi otomatis dan belum terdistribusi secara real-time.
Root Cause 2
Belum Ada Perangkat Bantu Pengecekan Box
Perhitungan jumlah box masih mengandalkan pengecekan manual tanpa alat bantu, sehingga risiko salah hitung tetap tinggi saat proses receiving.
5W2H
Do

Action Plan — 5W2H

WHAT
Apa?
Root Cause 1 (R1)
Belum ada validasi quantity real-time dengan akurasi 100%
Root Cause 2 (R2)
Belum ada perangkat bantu pengecekan box
WHY
Mengapa?
Root Cause 1 (R1)
Karena pengecekan masih menggunakan Incoming Checklist manual yang tidak memvalidasi selisih kuantitas secara otomatis.
Root Cause 2 (R2)
Hitung & validasi box dilakukan manual sehingga selisih kuantitas dan risiko Part Shortage dapat luput dari pengecekan.
WHERE
Di mana?
Area Warehouse Penerimaan Barang
WHEN
Kapan?
September 2025
WHO
Siapa?
Tim 1
Farhan (IT) & Satria (WHS)
HOW
Bagaimana?
Membuat Sistem Otomasi Proses Warehouse Incoming
HOW MUCH
Berapa?
TV/Monitor
Andon Board display TV — ± Rp 5.299.000 (SAMSUNG TV 55")
QR Scanner
Bluetooth QR scanner — ± Rp 1.500.000
Total Est.
± Rp 6.799.000
Do

Countermeasure Plan

Roadmap
v0 problem
v1.0 web-app
postmortem
v2.0 hardware
FINAL merge
v0.0 — initial-state
2 open issues
@5w2h-output
2 Root Cause yang harus diselesaikan
Analisa 5W2H mengunci dua titik kerusakan utama — satu di sisi administrasi, satu di sisi lapangan. Keduanya harus tertutup agar akurasi validasi quantity naik dari 95% menjadi 100%.
// issue #R1 — admin
Belum ada validasi quantity real-time dengan akurasi 100%
Excel manual
Status tidak terdistribusi
PPIC & Produksi blind
// issue #R2 — lapangan
Belum ada perangkat bantu pengecekan
Hitung visual + tangan
Rawan salah hitung
Supplier salah kirim luput
v1.0 — sungwoo-web-app
shipped ✓
closes Root Cause 1
Fix Root Cause 1: Otomatisasi Pencatatantereliminasi 100%
Staff cukup upload PO sekali — sistem otomatis generate Incoming Checklist per supplier. Form yang dulu diketik ulang tiap kedatangan, kini selesai dalam satu klik.
// Perubahan alur — pencatatan
Before — manual Excel x setiap kedatangan supplier Buka Supplier Delivery Schedule Buka Incoming Checklist / Entry Print Incoming Checklist (validate QTY manual) After — single-flow web app
3.454
dtk/bulan (Before)
32
dtk/bulan (After)
−99%
CT Admin Reduce
3.422
dtk/bulan saved
v1.0-postmortem → v2.0-planning
review + next
@team
Setengah selesai — Root Cause 2 masih open, mulai iterasi kedua
Web App menutup Root Cause 1, tapi operator lapangan masih hitung box secara visual dan selisih kuantitas masih bisa luput. Iterasi kedua: scanner untuk validasi otomatis + display untuk broadcast status ke semua departemen.
Root Cause 1 closed
Root Cause 2 masih open
Scanner lapangan
Display real-time
decision-branch
A/B compare
// fork → merge
Decision point: QR Code vs 1D Barcode?
Bandingkan keduanya dari sisi kapasitas data, fleksibilitas scan, ketahanan, dan biaya integrasi.
git diff barcode..qr-code -- /scanner
1D Barcode
rejected
Kapasitas data ~20 karakter
Harus lurus & sejajar saat scan
Mudah gagal baca jika tergores
VS
QR Code
✓ chosen
Hingga 4.000 karakter data
Scan dari arah mana pun
Tahan rusak fisik
3/3
QR Code
0/3
Barcode
QR
decision
v2.0 — release + FINAL merge
all closed ✓
closes Root Cause 1 & 2
Sistem Terpadu — 3 Komponen, 1 Solusi
Web App import PO ke database, QR Scanner validasi kuantitas otomatis per box, dan Andon Board (TV 55") broadcast status real-time ke PPIC & Produksi. Incoming Checklist cetak tidak lagi diperlukan — validasi langsung divisualisasikan via Andon Board untuk mencegah selisih kuantitas menjadi Part Shortage.
Sungwoo Web App
Image Placeholder
webapp-screenshot.png
Sungwoo Web App — import PO ke database
Bluetooth QR Scanner
Image Placeholder
qr-scanner.png
Bluetooth QR Scanner — validasi otomatis
Andon Board
Image Placeholder
andon-board.png
Andon Board Display TV 55"
// component_01
Sungwoo Web App
Import PO Supplier ke database Web App Sungwoo. Data dapat di lihat di Andon Biard.
// component_02
Bluetooth QR Scanner
Validasi kuantitas otomatis per box. Eliminasi human error hitung manual.
// component_03
Andon Board Display
Status incoming real-time ke PPIC & Produksi. Koordinasi tanpa delay.
Do

Implementing Countermeasures

Proses Baru

Step by Step Proses Penerimaan Baru

4 langkah utama
Improved!
01
Import PO Supplier
Import PO ke Database
PO Supplier diimport ke Sungwoo Web App sehingga data pengiriman masuk ke database dan ditampilkan di Andon Board.
Database Web App
02
Material Tiba di Receiving
Material Tiba di Receiving
Supplier tiba di area penerimaan membawa surat jalan dan material sesuai pengiriman yang sudah tercatat.
Incoming Receiving
Improved!
03
Validasi via QR Scan dan Andon
Validasi via QR Scan + Andon
Tiap box di-scan QR untuk validasi otomatis dan status incoming langsung tampil live di Andon Board.
Validation QR + Andon
04
QR Scan dan Validasi
Surat Laporan (LPB)
Pembuatan Laporan Penerimaan Barang dilanjutkan menggunakan data yang sudah tervalidasi dari proses digital.
Output LPB
Alur Proses

Transformasi Penerimaan Barang

Before Manual · Rawan Error
01
Pencatatan Manual
Staff WHS isi Incoming Checklist manual via Excel dari PO Supplier.
Warning
02
Material Tiba di Receiving
Supplier tiba di area penerimaan membawa surat jalan dan material.
OK
03
Validasi Kuantitas
Jumlah box dicatat manual & dicocokkan visual dengan checklist.
Warning
04
Surat Laporan (LPB)
Pembuatan Laporan Penerimaan Barang di program vendor Sungwoo.
OK
Digitalisasi
After Otomatis · Real-Time
01
Import PO ke Database
PO Supplier diimport ke Sungwoo Web App — data pengiriman ditampilkan di Andon Board.
Fixed
02
Material Tiba di Receiving
Supplier tiba di area penerimaan membawa surat jalan dan material.
Sama
03
Validasi via QR Scan + Andon
Tiap box di-scan QR → validasi otomatis & status live di Andon Board.
Fixed
04
Surat Laporan (LPB)
Pembuatan Laporan Penerimaan Barang di program vendor Sungwoo.
Sama
Penyelesaian

Eliminasi 2 Root Cause

R1
Root Cause · Admin
Pencatatan Manual & Data Tidak Real-Time
Closed
Problem
Pencatatan manual via Excel menyebabkan data incoming belum tervalidasi dan belum terdistribusi real-time.
Solusi
Solusi Digital
Sungwoo Web App
Import seluruh PO Supplier per bulan sekaligus ke Web App Sungwoo dan data dapat ditampilkan di Andon Board.
Import banyak PO sekaligus ke database
Database terpusat & terstandar
Data dapat dilihat di Andon Board
Web App — Import PO
Import PO Supplier
Web App — Database
Database Terpusat
R2
Root Cause · Lapangan
Perangkat Bantu Pengecekan Box
Closed
Problem
Hitung box manual oleh operator — selisih kuantitas dan risiko Part Shortage tidak terdeteksi real-time.
Solusi
Solusi Digital
QR Scanner + Andon Board
Tiap box di-scan untuk validasi otomatis. Andon Board menampilkan status per part no: OK, telat, kurang, atau berlebih.
QR Scan menggantikan hitung manual
Andon Board validasi semua box ter-scan
Auto-detect: Late · Under · Over
Bluetooth QR Scanner
Bluetooth QR Scanner
Andon Board
Andon Board Display
Case Closed
Hasil Penanggulangan
Kedua root cause tereliminasi sehingga akurasi validasi quantity naik ke 100%.
Pencatatan, perhitungan, dan distribusi status kini berjalan dalam satu sistem terintegrasi untuk mencegah Part Shortage.
Akurasi Validasi
95 → 100
% incoming
Check

After-Improvement Results Confirmation

Akurasi Validasi Receiving
0
% Akurat
baseline 95% dari estimasi 6 kasus/bulan menjadi 0 kasus
Breakdown Hasil
Mismatch Case Reduce
6 → 0
kasus/bulan
Loss Prevention
Rp 1,2 jt
per bulan
Total CT Saving
8,77
jam/bulan
Time Reduce / box
0,84
detik/box · ↓ 41%
Check

Efficiency & Cost Saving Calculation

Total Cost Saving / Tahun
Rp17,51Juta
Akumulasi penghematan biaya dari pencegahan kerugian + efisiensi waktu kerja berdasarkan UMR Gresik 2026 (Rp 5.195.401) dengan 22 hari kerja/bulan.
Investasi Awal Rp 6,80 jt
Saving / Bulan Rp 1,46 jt
Pencegahan ShortageRp 1.200.000
Efisiensi Waktu (8,77 jam × Rp 29.519)Rp 258.881
Total / BulanRp 1.458.881
Payback Period 5 Bulan
Saving
Cost Saving Receipt
Per Bulan · Setelah Improvement
Pencegahan Kerugian Shortage6 kasus / bulan × Rp 200.000 Rp 1.200.000
Efisiensi Waktu Pengecekan8,77 jam/bulan × Rp 29.519/jam (UMR Gresik ÷ 22 hari ÷ 8 jam) Rp 258.881
Reduksi Admin Manual± 3.422 detik/bulan dialihkan included
Total / Bulan Rp 1.458.881
× 12 bulan Rp 17.506.572 / thn
— Estimasi SS · 2026 —
Payback Timeline
Investasi balik modal di bulan ke-5, setelah itu profit.
Break-even · Bln 5
Bln 0Bln 6Bln 12Bln 18Bln 24
Periode Kembali Modal
Bulan 1 — 5
Saving menutup investasi Rp 6,8 jt
Profit Murni
Bulan 5 dst.
+ Rp 1.458.881 / bulan masuk profit
Sumber Penghematan — Waktu
CT Before
3.266dtk
CT After
1.830dtk
Hemat
44%
Action

Standardization & Follow-Up

Buku Manual
User Guide Sungwoo Web App
1
Cara login ke Sungwoo Web App
2
Upload file Excel jadwal kedatangan supplier
3
Scan QR Code untuk validasi incoming material
4
Membaca tampilan Andon Board
5
Troubleshooting jika terjadi error sistem
Instruksi Kerja
SOP Penerimaan Material Baru
1
Upload Excel jadwal delivery (1x/bulan)
2
Buka Andon Board saat supplier kirim
3
Scan QR Code pada surat jalan supplier
4
Sistem otomatis mencocokkan data
5
Verifikasi fisik akhir jika status Andon tidak OK
6
Status tampil di Andon Board otomatis
7
Data terdistribusi ke departemen terkait
Checklist Berkala
Pemeriksaan Sistem Bulanan
Frekuensi: Bulanan
BagianStandar
Web AppBerjalan normal
DatabaseData tersimpan benar
Andon BoardReal-time tampil
QR ScannerBaca QR akurat
Backup DataBackup berkala
SinkronisasiWeb App ↔ Andon sync
Lampiran

Appendix

PDCA · Check SS '26
CT Admin Reduce
3.422
detik / bulan · −99%
CT Check Reduce
28.163,52
detik / bulan · −41%
Total Setara
8,77 jam
per bulan
Saving / Tahun
Rp 17,51 jt
basis UMR Gresik '26
⚙ Pengecekan Material
Manual → QR Scan
Before 1.524 box× 2,04 dtk= 3.109,0 dtk/hari
After 1.524 box× 1,2 dtk= 1.829 dtk/hari
↓ Reduce 1.280,16 dtk/hari × 22 hari = 28.163,52 dtk/bulan
📋 Administrasi Incoming Checklist
Manual → Web App
Before 35+ 36+ 86= 157 dtk × 22 = 3.454/bln
After 15 Web+ 17 Upload= 32 dtk / bulan
↓ Reduce 3.422 dtk/bulan −99% manual eliminated
Time → Money Pipeline
konversi detik jadi rupiah, langkah demi langkah
31.585,52
detik / bulan
÷ 3.600
8,77
jam / bulan
× Rp 29.519
Rp 258k
saving waktu / bln
Upah/jam: Rp 5.195.401 ÷ 22 ÷ 8 = Rp 29.519 + Shortage Prevention: 6 kasus × Rp 200.000 = Rp 1.200.000/bln
Total Cost Saving
Rp 17,51 jt
per tahun · setelah improvement penuh
Rp 1.458.881 × 12 = Rp 17.506.572 / tahun
Saving / BulanRp 1.458.881
Investasi AwalRp 6,80 jt
Payback Period5 Bulan
Profit Tahun 2+ Rp 17,51 jt
Penutup

Closing

Testimoni dari para pengguna sistem baru di lapangan.

Warehouse Checker
Warehouse
Checker / Admin
"Dengan adanya sistem baru ini, proses pencatatan penerimaan barang menjadi lebih cepat dan akurat. Kami tidak perlu lagi mencetak Incoming Checklist tapi langsung memantau kedatangan melalui Andon Board."
Purchasing Staff
Purchasing
Staff
"Sistem scan QR Code sangat membantu kami dalam memvalidasi kedatangan barang dari supplier. Data langsung terintegrasi sehingga mengurangi resiko kesalahan pencatatan."
PPIC Planner
PPIC
Planner
"Adanya Andon Board untuk visualisasi kedatangan material sangat memudahkan koordinasi antar departemen. Kami bisa melihat status kedatangan secara real-time tanpa bertanya ke warehouse."
SS Presentation · IT Dept
Thank You.
Terima Kasih
Kepada Semua
Departemen
IT
Presenter
Farhan
Tahun
2026